Rabu, 02 Juli 2014

Menapaki Tangga Makam Raja-raja Imogiri

Makam Raja-raja Imogiri merupakan salah satu area pemakaman khusus untuk Raja Yogyakarta dan keluarga. Meskipun merupakan area makam, tempat ini juga merupakan tujuan wisata lokal. Banyak kita temui pengunjung disini adalah anak-anak muda dari sebuah sekolahan yang datang menggunakan sepeda onthel menempuh jarak berpuluh-puluh kilometer. Salah satu yang menarik di Makam Raja-raja Imogiri ini adalah adanya tangga yang sangat tinggi, Anda bisa mencoba menghitung anak tangga tersebut bersama teman atau keluarga, apakah hasil hitungannya sama?
Makam Raja-raja Imogiri ini terletak di atas perbukitan yang masih satu gugusan dengan Pegunungan Seribu. Makam Raja-raja Imogiri ini dibangun pada tahun 1632 oleh Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo. Makam Raja-raja Imogiri dibuka setiap hari Jum'at mulai pukul 1 siang, pada hari Minggu dan Senin pukul 10 pagi, pada tanggal 1 dan 8 Bulan Syawal pukul 10 pagi. Namun tidak semua orang bisa memasuki area pemakaman, karena dianggap suci dan keramat maka pengunjung yang ingin masuk area pemakaman diharuskan sesuai syarat yang telah ditetapkan yaitu bagi wanita harus mengenakan kain panjang, kemben, dan melepas semua perhiasan, sedangkan bagi laki-laki harus mengenakan kain panjang, baju peranakan, dan blangkon.
Disekitar makam banyak penjual yang menjajakan dagangannya, salah satu yang merupakan khas di Imogiri adalah Wedang Uwuh (Sampah), karena terdiri dari beberapa daun yang telah berguguran di area makam, ditambah gula batu yang manis. Wedang Uwuh ini berwarna merah dan nikmat diminum saat panas, sehingga membuat tubuh hangat. Bantul yang merupakan salah satu kabupaten di Kota Jogja ini juga memiliki tempat-tempat wisata yang unik dan memanjakan pengunjung, jadi tidak ada salahnya Anda yang berkunjung ke Jogja menikmati suasana tradisional di Bantul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar